Tak Masalah Sebesar Apa Aksimu

Salam Pramuka!

Dari berita di media cetak, media elektronik maupun internet, kamu pasti pernah menjumpai aksi kepedulian yang luar biasa. Ada seorang jutawan yang menyumbangkan kebutuhan pokok untuk ribuan orang. Ada pejabat yang membangun jembatan dan jalan di daerah pelosok. Ada juga perusahaan besar yang menjalankan megaproyek CSR berskala nasional.

Lantas, seberapa nilai aksi yang mampu kita lakukan? Barangkali kita hanya mampu menymbangkan 500 rupiah kepada gelandangan di pinggir jalan. Atau kita baru mampu membantu membersihkan masjid atau tempat ibadah sehari dalam satu minggu. Bila dilihat sekilas, aksi kita terlalu remeh dibandingkan dengan aksi-aksi kepedulian yang dilakukan oleh orang lain. Namun, bukan seperti itu cara mengukur berapa besar kepedulian kita.

Satu aksi kepedulian kecil, bisa jadi bernilai tak terhinga. Jika dan hanya jika aksi tersebut kita lakukan dengan ikhlas, dengan penuh sukarela. Ambil contoh ketika kita memberikan sebungkus makanan atau sekeping uang receh kepada seorang gelandangan. Aksi tersebut memang tidak akan merubah nasibnya. Tidak akan mengentaskannya menjadi manusia sewajarnya yang memiliki sandang, pangan, papan dan kasih sayang sebuah keluarga. Tetapi aksi kecil yang kamu lakukan dengan ikhlas itu akan merubahmu. Akan membuat dirimu semakin bersyukur atas kondisimu yang dianugerahkan oleh Tuhan. Akan memberimu motivasi untuk berjuang lebih keras menggapai kesuksesan. Sehingga bisa melakukan aksi-aksi yang lebih besar.

Ketika kamu peduli dan melakukan aksi kepedulian terhadap orang yang membutuhkan, tidak jaminan membuatmu hidup sukses. Tetapi menjadi jaminan bahwa hidupmu akan bahagia. Kebahagiaan yang timbul dari kumpulan kebahagiaan dari orang-orang yang kamu bantu. Kebahagiaan yang akan dengan mudah kamu tularkan ke orang lain di sekitarmu.

Kebiasaanmu melakukan aksi kepedulian kecil-kecilan akan membuat dirimu lebih ringan melakukan aksi kepedulian yang terasa berat bagi hampir semua orang. Yaitu peduli pada diri sendiri. Menjaga kebersihan, kesehatan dan tetap tekun belajar atau bekerja. Modal utama menjadi orang yang sukses.

Lebih penting lagi, kepedulianmu kepada orang tuamu. Di saat mereka membutuhkan perhatianmu, perawatanmu, jangan sampai kepedulian orang lain yang menggantikan peranmu. Sekeras apapun usahamu, setinggi apapun prestasimu, tak akan ada nilainya jika kamu tidak peduli dengan orang tuamu sendiri. Percayalah, tidak sedikit orang yang menganggap orang tua yang jompo sebagai beban. Hanya orang-orang yang mau belajar peduli terhadap orang lain dan lingkungan sekitarnya dari aksi yang paling kecil saja yang mampu peduli terhadap orang tuanya. Tanpa merasa terbebani, meskipun sebenarnya berat.

Maka, pedulilah. Mulai dari hal yang kecil. Mulai dari yang terdekat dengan dirimu. Mulailah sedari sekarang. Tak masalah sebesar apa aksimu. Selama kamu ikhlas melakukannya, maka manfaat besar akan kamu peroleh.

You should not see this

Comments

Onklo's picture

Bonege, saluton en Esperanto el Malajzio.

Lanang Kuncoro (6487)'s picture
from Indonesia, 5 years ago
Are you sure you want to delete this?
Welcome to Scout.org! We use cookies on this website to enhance your experience.To learn more about our Cookies Policy go here!
By continuing to use our website, you are giving us your consent to use cookies.