Menciptakan Perdamaian dengan Mengawali Melakukan Sesuatu yang Baik

Siang kemarin (10/9) dalam perjalanan menuju kantor, saya mengalami kejadian yang menarik.
Seperti biasa, dalam perjalanan ada beberapa traffic light yang harus saya lewati, dan kejadian ini terjadi di traffic light di dekat rumah saya.

Saat lampu menunjukkan warna merah, saya berhenti di belakang sebuah mobil APV berwarna silver. Sambil menunggu warna lampu berubah menjadi hijau, saya melihat ke kanan dan ke kiri memperhatikan orang orang di sekitar saya. Tiba tiba pintu mobil sedikit terbuka, saya berfikir apa jangan jangan pintu mobilnya rusak. Ternyata tidak, beberapa detik kemudian ada sebuah tangan terjulur keluar yang merupakan tangan si pengemudi mobil yang saya ketahui kemudian adalah seorang bapak yang belum terlalu tua. Bapak tersebut melemparkan segenggam tisu yang kemungkinan sudah terpakai ke jalanan, kemudian menutup pintunya lagi.
Untuk saya, sebenarnya hal tersebut bukanlah sesuatu yang mengejutkan mengingat bahwa “Membuang sampah di tempat sampah” bagi sebagian orang Indonesia hanya berlaku untuk menjawab soal pada pelajaran PPKN saja.

Dalam beberapa detik selanjutnya, dua hal menggelitik dalam pikiran saya. Pertama, saya gemas dan ingin mengambil tisu tadi agar tidak mengotori jalan. Akan tetapi, pikiran saya yang kedua adalah saya khawatir menjadi tontonan orang yang akan berfikir bahwa saya sengaja mencari perhatian.
Saya melihat ke jalanan sekitar, yang saya hafal betul bahwa sebentar lagi warna lampu akan berubah menjadi hijau. Sayapun membulatkan tekad, entah bagaimana reaksi orang, terutama bapak pengemudi APV itu.

Saya selanjutnya bergerak maju, menjejerkan motor saya tepat persis di sebelah pintu mobil. Bapak pengemudi menengokkan kepalanya ke arah saya. Saya tersenyum kepada sang bapak sambil sedikit menundukkan kepala saya. Saya sandarkan motor saya kemudian turun dari motor dan mengambil tisu tadi untuk saya masukkan ke dalam tas saya. Saya tahu bahwa si bapak mengikuti setiap gerakan yang saya lakukan, beliau terlihat agak terkejut ketika saya kembali menaiki motor saya dan tersenyum kembali kepada si bapak.
Beberapa detik kemudian lampu sudah menunjukkan warna hijau dan sayapun segera melaju perlahan untuk meneruskan perjalanan saya tanpa memikirkan apa kelanjutannya. Tiba tiba seorang pengendara motor seusia ayah saya menjejeri motor saya sambil mengacungkan ibu jarinya dan tersenyum kepada saya tanda bahwa beliau memberikan reaksi positif terhadap apa yang sudah saya lakukan tadi.

Ada perasaan yan tidak bisa di jelaskan, ketika apa yang kita lakukan kemudian di hargai oleh orang lain. Yang tetap saya pegang selama ini adalah untuk jangan pernah ragu melakukan sesuatu yang baik. Entah orang lain akan memberikan penghargaan atau tidak, just simply do it. Lakukan saja ^_^

Semua perubahan baik yang kita harapkan untuk dunia yang lebih baik tidak akan bisa terwujud tanpa ada orang yang memulai. Jadi mari kita mulai dari diri kita sendiri. ^_^

You should not see this

Commentaires

Portrait de Kang Maryono

jossss

Portrait de rani candrakirana p

terima kasih kak ^_^

Portrait de Rezzy Yanuari (16017)

suka, suka, suka ;)

Portrait de rani candrakirana p

Makasi mas rezzy, , ayo ikutan menulis :D

Portrait de rani candrakirana p
from Indonesia, il y a 5 années
Are you sure you want to delete this?
Welcome to Scout.org! We use cookies on this website to enhance your experience.To learn more about our Cookies Policy go here!
By continuing to use our website, you are giving us your consent to use cookies.