The Scout.org website uses "cookies", both internal and from third parties. Cookies are small text files placed on your end user device and help us to distinguish you from other users, to enhance your experience on scout.org. If you continue, we'll assume that you are happy to receive cookies on our website. You can change your browser's cookie settings at any time. To find out more about how we use cookies and how to manage your browser settings read our Cookies Policy.

Project

Kepramukaan untuk anak-anak yang tinggal dan bekerja di jalanan

30th Aug 2012

Proyek Ticket To Life (Tiket untuk Kehidupan) kini telah bekerja untuk membantu mengintegrasikan secara sosial anak jalanan dan kaum muda dan menawarkan pendidikan dan pelatihan keterampilan, sehingga para Pramuka yang baru direkrut itu mampu hidup mandiri di masa depan.

Program yang luar biasa ini telah sukses mencakup lebih dari 1.100 Pramuka pada 34 kelompok, di delapan negara! Setidaknya 25% dari para Pramuka dalam program ini telah maju ke tingkat berikutnya dalam kepramukaan dan setidaknya 60% telah menerima pelatihan keterampilan yang berharga.

Ticket To Life memberikan kaum muda dengan  berbagaiketerampilan yang bermanfaat seperti pertolongan pertama dan pelajaran tentang kesehatan dan kebersihan. Yang paling penting, proyek ini melibatkan para Pramuka baru dalam kegiatan yang membantu membangun rasa percaya diri dan mengembangkan sifat-sifat yang diperlukan untuk sukses, seperti disiplin dan kemampuan menerima/menghargai orang lain.

Kak Morante, Pembina Pramuka di Provinsi Leyte di Filipina selatan merasa kagum oleh disiplin para Pramuka itu selama upacara pelantikan mereka. Dia tidak bisa percaya mereka telah berkembang sejauh ini hanya tiga bulan setelah bergabung dengan Gugusdepannya. Terlebih lagi, salah satu Pramuka menceritakan bahwa meskipun masa lalunya kelam, Gugusdepannya telah menyambutnya dengan tangan terbuka. Hampir semua Pramuka mempunyai latar belakang yang kurang baik, dan menjadi bagian dari Gugusdepan Pramuka telah memungkinkan mereka untuk belajar bagaimana menerima dan mendukung semua orang, tidak peduli apa kesalahan yang telah mereka buat di masa lalu. Dan toleransi dan penerimaan tidak berakhir hanya dengan para Pramuka itu saja, Pembina Pramuka dan Pramuka lain juga telah terbantu mendapatkan pemahaman dan pengertian yang baru tentang kelompok kaum muda yang kurang mampu.

Aksi nyata para Pramuka bekerja untuk memperbaiki masyarakat mereka menggambarkan seberapa banyak dampak yang didapat dalam  proyek Ticket To Life. Di India, para Pramuka dari Ticket To Life berpartisipasi dalam kampanye kesadaran kesehatan dengan mempromosikan cuci tangan, air minum yang aman, dan mengajar tentang bahaya gigitan nyamuk. Di Filipina, Ticket To Life bergabung aktivitas pekan Clean Up The World dan bekerja untuk membersihkan pantai Las Pinas-Paranaque kawasan yang kritis dan juga kawasan ekowisata di sana. Para Pramuka yang berpartisipasi dalam Ticket To Life telah menggunakan nilai-nilai Kepramukaan dan terus bekerja untuk menciptakan dunia yang lebih baik. Memiliki kesempatan untuk memberikan kembali kepada komunitas mereka, telah memberikan para Pramuka yang terlibat dalam Ticket To Life harga diri  baru yang banyak tidak pernah berpikir bahwa itu akan mungkin dicapai.